Waspada! 3 Penyakit Ini Menyerang Lebih Banyak Wanita Dari pada Pria!

Wanita diciptakan berbeda dengan pria. Bukan hanya dari penampakan fisik saja, tetapi juga dari senyawa kimia atau yang lebih dikenal dengan istilah hormon, dan beberapa organ. Hal-hal itu yang menyebabkan adanya penyakit-penyakit yang berbeda antara pria dan wanita.

Perbedaan tersebut menyangkut jenis penyakitnya, maupun kecenderungan penyakit ini menyerang pria atau wanita. Mari kita lihat apa saja penyakit-penyakit yang menyerang lebih banyak wanita daripada pria.

1. Penyakit Irritable Bowel Sybdrome (IBS)

Sakit di bagian perut via www.lynnwardhypnotherapy.co.uk
Sakit di bagian perut via www.lynnwardhypnotherapy.co.uk

Jika kamu sering merasa sakit di bagian perutmu, hati-hati dengan penyakit ini. IBS merupakan merupakan salah satu penyakit sistem pencernaan yang menyerang usus besar. Penderita wanita dua sampai tiga kali lebih banyak dari pria.

Penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui. Banyak yang beranggapan bahwa penyakit ini merupakan penyakit komplikasi akibat berbagai faktor. Penyakit ini dapat dipicu oleh stres yang mempengaruhi priskologis, jenis makanan dan minuman, serta gangguan sistem pencernaan.

Secara umum, gejala-gejala yang dialami penderita antara lain, konstipasi, diare, perut kembung, perut sakit dank ram, perut kembung dan sering buang angina, tiba-tiba merasa ingin buang air besar. Gejala ini juga berlanjut dengan mual dan lemas. Sangat mirip dengan gejala menstruasi pada wanita ya?

Penyakit ini mulai menyerang penderita pada usia 20 sampai 40 tahun. Meskipun penyakit ini tidak separah kanker usus, tetapi karena berlangsung dalam waktu yang cukup lama, penyakit ini dapat mengubah pola hidupmu. Penderita mungkin saja harus keluar dari pekerjaan dan mencari pekerjaan yang tidak terikat oleh waktu.

Secara umum ada 4 tipe dari penyakit ini. Pertama, IBS disertai dengan konstipasi (IBS-C). Kedua, IBS disertai dengan diare (IBS-D). Ketiga, IBS yang disertai keduanya (mixed IBS atau IBS-M). Terakhir, IBS yang tidak cocok dengan ketiga jenis IBS di atas (unsubtyped IBS atau IBS-U).

Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan melakukan diet dan perubahan pola hidup. Meskipun tidak sepenuhnya menyembuhkan penyakit ini, tetapi penyakit ini akan semakin membaik. Kamu dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi gejalanya.

Pertama, hindari rokok dan kafein pada teh, soda dan kopi. Sebaliknya, konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung banyak serat seperti sayur-sayuran, buah, gandum utuh dan kacang-kacangan. Batasi konsumsi susu dan makanlah daging dalam potongan yang kecil. Yang terakhir, rajinlah berolahraga dan hindari stres.

Kamu juga dapat meminum beberapa obat untuk mengurangi gejala dan rasa sakitnya. Lebih baik untuk mengkonsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter, agar dia dapat menentukan obat sesuai tipe IBS.

2. Penyakit Multiple Sclerosis (MS)

Gatal pada bagian leher via www.msunites.com
Gatal pada bagian leher via www.msunites.com

Di Indonesia, penyakit ini sering disebut sklerosis multipel. Penyakit ini diakibatkan oleh serangan sistem imun orang itu sendiri. Sistem imun melakukan kesalahan penyerangan. Bukannya menyerang benda asing dari luar, sistem imun justru menyerang mielin, suatu selaput yang melindungi saraf.

Akibatnya saraf-saraf yang diserang menjadi rusak dan membentuk sclerosis. Saraf memiliki fungsi untuk komunikasi antar bagian tubuh dengan otak. Akibat kerusakan saraf ini, komunikasi tersebut akan terganggu.

Penyakit ini tergolong sebagai penyakit autoimun, dan lebih banyak menyerang wanita, yaitu dua sampai tiga kali lebih banyak dari pria. Untuk dapat mengetahui penyakit ini diidap seseorang, dokter akan mendiagnosis sejarah penyakit pasien, melakukan tes fisik dan beberapa tes seperti MRI dan kecepatan rangsangan saraf.

Secara umum penyakit ini dikategorikan dalam tiga jenis. MS progresif sekunder, MS progresif primer, dan MS kambuhan. Yang paling sering dialami oleh penderita adalah MS kambuhan, dimana penderita akan mengalami rasa sakit yang kadang-kadang membaik. Sedangkan MS progresif memiliki gejala yang lama kelamaan bertambah parah.

Berikut gejala-gejala yang dapat anda waspadai sebagai gejala penyakit ini. Penderita akan merasa pusing, otot yang tiba-tiba kejang, merasakan sakit yang menusuk, merasa lemas, merasa sangat lelah, penurunan konsentrasi, sulit mengingat, gemetaran, dan bebearpa gejala lain. Sebaiknya segera periksakan diri anda pada dokter jika mengalaminya.

Untuk mengobatinya, dokter akan memberikan beberapa jenis obat untuk mengatasi gejalanya. Selain obat, pasien juga akan difisioterapi, serta terapi psikologi.

3. Penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Penderita penyakit lupus via swisss-misss.livejournal.com
Penderita penyakit lupus via swisss-misss.livejournal.com

Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan penyakit lupus. Penyakit lupus juga merupakan penyakit autoimun, yaitu penyakit yang diakibatkan oleh kesalahan sistem imun manusia. Sembilan dari sepuluh orang penderita lupus adalah wanita.

Lupus berasal dari bahasa latin yang berarti anjing hutan. Penderita biasanya memiliki kulit wajah yang kemerah-merahan di sekitar hidung dan pipi yang berbentuk seperti kupu-kupu. Bercak merah juga muncul di kulit tubuh yang lain.

Selain itu, gejala lain yang umumnya dialami oleh penderita adalah kehilangan nafsu makan, rambut rontok, pegal-pegal, pusing, sensitif terhadap cahaya, anemia, demam, dan beberapa gejala lain. Untuk mendiagnosis apakah pasien menderita penyakit ini, biasanya dokter melihat tujuh gejala yang terjadi.

Pada beberapa kasus, penyakit ini dialami oleh seorang wanita ketika sedang hamil, atau setelah melahirkan. Jika penyakit ini terjadi pada wanita hamil, maka tingkat keguguran akan sangat tinggi. Bisa juga bayi tersebut baru akan meninggal setelah lahir.

Secara umum penyebab ternyadinya autoimun pada penderita belum diketahui. Lupus dibagi menjadi tiga jenis. Systemic lupus erythematosus (SLE), discoid lupus erythematosus (DLE), dan lupus karena penggunaan obat. Jenis lupus yang paling sering diderita adalah jenis SLE.

Penyakit ini biasanya diobati dengan pemberian obat antiinflamasi. Gejala dapat diminimalisir dengan menghindari paparan sinar matahari, melakukan proses pengobatan yang rutin dan rajin memeriksakan diri pada dokter.

Sampai saat ini, belum ada pengobatan yang dapat mengobati penyakit ini secara menyeluruh. Dokter hanya bisa berusaha untuk mengurangi penyebaran penyakit. Sehingga pengobatan penyakit ini hanya bersifat sementara.

Yang perlu diwaspadai bahwa penyakit ini bukanlah penyakit langkah. Satu sampai lima orang dari seratus ribu penduduk dapat terserang penyakit ini. Penyakit ini juga dapat diturunkan, sehingga sebelum menyerang keturunan penderita nantinya, penderita harus segera mendapatkan penanganan.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, meskipun penyakit ini menyerang lebih banyak wanita daripada pria, pria tetap memiliki kemungkinan untuk terserang penyakit-penyakit ini. Memang umumnya penyakit-penyakit ini belum diketahui akibat pastinya. Tetapi kecurigaan mengarah pada faktor makanan, lingkungan, dan kondisi psikologis seseorang.

Sehat memang tidak terlalu berarti di saat tubuh anda masih terasa kuat. Sehat baru akan terasa sangat penting saat sakit datang. Tidak mudah untuk menjalani pola hidup sehat.

Anda harus menjaga pola makan, rajin berolah raga, dan menjaga keseimbangan emosional anda.

Tetapi hal-hal tersebut sangat sebanding dengan kesehatan yang anda dapatkan. Milikilah gaya hidup yang sehat.

Dan untuk anda para wanita, jangan sepelehkan gangguan-gangguan tubuh yang menjadi gejala-gejala penyakit di atas. Segeralah ke dokter jika anda mulai merasa ada yang janggal dengan tubuh anda. Kesehatan adalah anugerah dari Tuhan, jaga dan hargailah itu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *